Fenomena game mobile legend

Tbmkopel.or.id – Semakin hari dunia teknologi smartphone semakin berkemajuan bukan lagi prihal alat (tool) komunikasi saja tapi sudah menunjang dari mulai pekerjaan, hobi dll.

Kali ini penulis akan membahas tentang game yang lagi hitz di jaman Now ini, tentu kalian sudah tidak asing lagi tentang game mobile legend apa lagi di kalangan laki-laki game ini sangat hitz sekali, dunia game merupakan dunia yang sangat mengasyikan bagi anak-anak remaja bahkan tak heran dan di pungkiri dewasa pun juga memainkan aplikasi permainan ini.

Game sebenarnya sebuah aplikasi yang bertujuan untuk mengurangi tingkat stress atau tingkat keresahan, akibat kegiatan atau aktivitas rutinan yang setiap hari di lakukan oleh manusia yang bertujuan untuk menyegarkan kembali pikiran, yang telah di kuras dengan berbagai akitivitas.

Kehadiran game mobile legend merupakan spesies MOBA(Game Multiplayer Online Battle Arena), yang di liris 11 juli 2016 dua tahu lalu game asal tirai bambu ini tengah popular di kalangan masyarakat Indonesia sesudah game COC (clash Of Clans) yang pernah popular juga di masyarakat Indonesia.

Mentri sekertaris Kabinet inggris, Tom Watson, mengatakanbahwa bermain game memiliki dampak positif. Dengannya seseorang dapat meningkatkan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan dan juga sebagai wadah untuk melatih pikiran, konsentrasi, dan menjawab tantangan.

Lain halnya dengan pandangan Psikologi justru berpendapat bahwa bermain game membawa dampak negative. Terlebih setelah kecanduan, sangat rentan didera depresi, gelisah, atau bahkan fobia sosial akan semakin buruk.

Bisa kita lihat sendiri berita yang bermunculan di berita media online betapa mengerikan sekali setalah kecanduan game mobile legend, Terlepas dari beberapa pendapat yang berbeda bahwasannya game bertujuan untuk mengurangi tingkat kesetresan kita dan sebelum terjadinya kecanduan perlu adanya batasan batasan di dalam dirikita bagaimanpun tidak yang bersifatnya berlebihan itu tidak baik, Karena pencegahan lebih baik dari pada mengobati.

 

Penulis: Reza Pahlevi (Sekretaris Kopel Purwakarta dan juga Aktifis Mahasiswa Stie DR Khez Muttaqien)

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: