wow keren! Inilah Portofolio Seni Rupa Karya Wida Awaliya Mojang Purwakarta

Tbmkopel.or.id – Memiliki paras rupawan, Tak heran jika wanita yang sering disapa Wida Awaliya ini adalah salah satu Mojang Purwakarta 2017, Wanita cantik yang berumur 20 tahun ini memiliki keahlian dalam bidang seni rupa, Selain itu wanita yang memiliki tinggi badan 169 cm ini, juga berprestasi dibidang menyanyi. ada banyak prestasi  yang sudah diraih oleh Wida saat mulai duduk dikursi sekolah hingga saat ini.

Apalagi ketika mendengar Wida Awaliya ini Ngawih/Nembang/Nyinden (Bernyanyi), Pasti akan membuat para netizen terpesona dan jatuh cinta akan suara emasnya itu.

Pada kesempatan ini, Wida akan  mengenalkan beberapa karya-karyanya kepada masyarakat umum, khususnya untuk para anak muda, agar termotivasi dan terinspirasi untuk selalu berkarya dan mengasah potensi yang dimilikinya, jika penasaran dengan sosok gadis yang anggun ini, bisa mampir di akun instagramnya yang bernama @Widavvida

Singkat harapan Wida saat diwawancarai tbmkopel.or.id, “Semoga nanti banyak lahir  seniman-seniman wanita muda yang progresif” Ujarnya, Senin (19/03/2018).

Inilah Portofolio Seni Rupa Karya Wida Awaliya

PALLAS ATHENA

(PALLAS ATHENA)

Media : Mix Media
Ukuran : 1,5 m x 1 m
Tahun Pembuatan : 2016
Konsep Karya :
Ia tokoh mitologi Yunani yang kembali bangkit pada masa dewasa ini. Kembali bangkit mengitari kelompok-kelompok manusia yang kemudian akan memaksakan diri untuk menjadi Pallas ( Pengacung ) keinginan para manusia itu sendiri
Ia yang merasa dirinya pemimpin
Ia yang merasa dirinya pencerah
Ia yang merasa dirinya mutlak, dan
Ia yang berkuasa ada di sekitar kita
Ialah Pallas Athena.

 

ISI HATI OTAK SENI

(ISI HATI OTAK SENI)

Media : Triplek, Cat Semprot, Cat Tembok
Ukuran : 200 cm x 122 cm
Tahun : 2015
Deskripsi :
Karya ini menggambarkan pemikiran seorang perupa ketika
akan menuangkan ide gagasannya hingga menjadi satu karya
seni. Proses pemikiran tersebut memaksa terjadinya sensasi pada
karyanya nanti.

Sepasang mata menggambarkan bukti konkrit yang tersalurkan
dari sisi sifat afektif manusia yang digambarkan dengan
rangkaian dekoratif flora dan fauna yang bernilai estetis.

BERAT

(BERAT)

Media : Canvas, Cat Air, Tali dan Serabut Kelapa
Ukuran : 40cm x 50cm
Tahun : 2015
Deskripsi :
Karya ini menggambarkan tentang nasib dan perjuangan
hidup manusia demi mencapai sebuah tujuan yaitu
kebahagiaan. Rintangan hidup akan senantiasa hadir
untuk menguji rasional manusia itu sendiri dan kehidupan
akan berjalan seiring waktu selayak perjalanan fajar
menyongsong petangnya.

 

UNDER SEA’S SERIES

(UNDER SEA’S SERIES)

Media : Cat Tekstil pada kain
Material : Cat Tekstil, Kain Sifon, dan Kain Organza
Ukuran : Variabel Dimension
Tahun : 2017
Deskripsi :
Pada dasarnya pembuatan karya ini merupakan bentuk kecintaan seniman terhadap batik, sehingga ingin memperkenalkan keindahan batik kepada anak – anak usia dini dengan cara membuat motif – motif ringan yang biasa dijumpai mereka sehari – hari. Karya ini merupakan sebuah produk fashion batik dengan desain yang cocok dikenakan anak – anak, serta motif yang dikembangkannya pun diambil dari bentuk angka dan kehidupan bawah laut.

“KISS AND HUG”

(KISS AND HUG)

Media : Pensil Warna
Ukuran : A5
Tahun : 2017
Deskripsi :

Masih berkaitan dengan karya saya yang berjudul ‘NATO’. Kini memang lebih banyak masyarakat yang cenderung senang mengkritisi dibanding memuji. Namun semua itu tentu disertai alasan. Alasan yang memang sepatutnya petinggi-petinggi negeri ini dengar dan renungi.

Indonesia terkenal akan keragaman budayanya, keramahannya dan kesederhanaannya. Sehingga banyak para turis yang terpukau akan keadaan bangsa ini. Bahkan ada yang mengatakan jika masyarakat Indonesia yang ramah-ramah itu karena adanya pengaruh dari petinggi-petingginya yang ramah dan baik pula. Setuju. Sangat setuju. Pemerintah kita memang sangat ramah dan selalu mengandalkan perasaan dalam menyelesaikan masalah Negara.

Saat saya menonton berita mengenai kasus-kasus HAM tahun ini di salah satu saluran Televisi, saya menyimpulkan bahwa kasus-kasus pengaduan HAM di Indonesia semakin meningkat disetiap tahunnya. Hal itu sangat mengkhawatirkan dan menunjukkan bahwa keadaan bangsa ini semakin terpuruk dan terancam. Lalu saya mencari artikel mengenai keadaan HAM di Indonesia saat ini, ternyata memang banyak kasus-kasus HAM yang masih mengambang akhir ceritanya alias belum terselesaikan.

Seperti yang dikutip dari pernyataan Bonar Tigor Naipospos selaku wakil ketua Setara Institute, ternyata banyak pemerintah yang menyelesaikan kasus itu tidak tuntas, dan cukup diakhiri dengan ‘kissing and hug, jadi hanya peluk dan cium lalu saling maaf-memaafkan, bersalaman, lalu selesai. Padahal penyelesaian masalah tidak sesederhana itu, dan tidak sebercanda itu. Tidak semudah anak kecil melemparkan telur ayam lalu pecah. Tidak semua telur berakhir di penggorengan atau meresap di kain lap. Bagaimana jika telur itu bahkan memunculkan hal baru seperti anak ayam? Hal baru, masalah baru, namun penyelesaiannya masih dengan pelukan dan ciuman. Mau menunggu sampai anak ayam itu kembali bertelur lalu dipecahkan kembali? Sebaiknya berintropeksi dan benahi bersama-sama sebelum negeri ini penuh dengan “telur”.

 

NATO

(NATO)

Media : Pensil Warna
Ukuran : A5
Tahun : 2017
Deskripsi :

“No Action Talk Only” atau yang sering kita sebut ‘NATO’ merupakan wabah / gejala keterpurukan seseorang yang tanpa mereka sadari. Lantas bagaimana cara kita mengenali tanda-tanda ‘NATO?
Pernahkah kalian tergabung dalam sebuah kelompok kerja yang dipimpin oleh seseorang yang hanya menginstruksikan, menunjuk, dan banyak berbicara tanpa ada bantuan / kontribusinya sama sekali? Bagaimana kalian menghadapinya? Kalian kesal dan merasa risih? Ya. Itulah gejala ‘NATO. Itu hanya dalam sebuah kelompok kerja / team yang kecil. Lalu dapatkah terbayangkan jika negeri ini, negeri yang luar biasa luas dan beragam ini dipimpin oleh sosok-sosok yang ‘NATO? Disini tidak ada yang disalahkan bahkan yang merasa bersalah (mungkin). Dan saya sendiri tidak dapat pula membela yang tidak benar. Apakah saya ‘asal menuduh bahwa beberapa ‘pimpinan kita itu ‘NATO? Tidak. Mari kita tinjau dari satu kasus saja. Satu kasus yang terkesan ‘tak kunjung kelar.

Dikutip dari sebuah artikel tahun 2013 pada situs online hukumonline.com, tertera bahwa “Penegakan HAM di Indonesia Memprihatinkan”. Ketua Komnas Perempuan, Yuniyanti Chuzifah pada saat itu meminta pemerintah menegakkan dan menegur PJTKI yang lalai dalam menjalankan kewajibannya. Banyak tenaga kerja Indonesia yang tidak jelas keberadaan dan nasibnya. Mereka pergi ke negeri orang untuk meningkatkan perekonomiannya, bukan untuk berperang lalu babak belur dan gugur. Namun justru banyak nasib para TK Negeri ini yang gugur dimedan perang karena kekerasan, pelecehan, dan hukuman.

Disini HAK mereka dipertanyakan. Bagaimana negeri ini menyikapinya? Memang, negeri ini begitu ramah HAM sehingga para migran dipermudah HAK-nya untuk meningkatkan perekonomiannya di negeri orang. Namun, mereka bukan para tukik yang mudah disebar lalu dilepas dilaut lepas. Mereka juga membutuhkan perlindungan dan pengawasan. Bahkan hingga saat ini pun status bekerja mereka berubah menjadi korban. Sungguh, “Korban Migran ini lebih Parah dari Korban Perang, tapi ‘tak Tersentuh”.

TURMALIN

(TURMALIN)

Media : Benang Katun, Pernak-Pernik.
Teknik : Makrame (Seni Tali Temali)
Deskripsi :
Menjaga lisan, hati, bahasa, dan tidak gegabah merupakan prinsip seorang wanita elegan. Turmalin merupakan kristal silikat yang diklasifikasikan sebagai semi Batu berharga. Meskipun Turmalin memiliki visual yang indah, namun sifatnya keras dan kuat. Melihat keselarasan tersebut maka wanita yang memiliki energi kedewasaan, dan dapat berfikir serta bersikap mampu meredam amarah akan bernilai mahal dan indah seperti halnya Batu Turmalin.

AW-ADDICT

(AW-ADDICT)

Media : Mix Media
Ukuran : Variabel Dimension
Tahun : 2016
Deskripsi :
Gaya hidup adalah suatu seni yang dibudayakan oleh setiap orang. Globalisasi, pengaruh budaya asing, teknologi, ‘demontration effect’, pergaulan, kualitas pendidikan, merupakan beberapa faktor terhadap perubahan gaya hidup.

Hal negatifnya, terlalu mudah diserap dan ditiru. Namun karena telah melahirkan mobilitas / kemajuan, justru gaya hidup seperti ini telah menjadi sebuah pesta rakyat yang juga menjadi sarana pelestarian budaya yang bukan identitas dan mulai dipaksakan.
Media sosial merupakan kereta tercepat dalam menyampaikan komunikasi yang beragam. Baik informasi, budaya dan sebagainya. Masyarakat meniru apa yang mereka lihat dan apa yang mereka lihat adalah fenomena sosial yang kontroversial.
Publik peka terhadap kontroversi.
Publik suka kontroversi.
Menurut saya, hal ini sudah menjadi festival produk sosial yang berlangsung dengan durasi waktu yang tidak berujung.

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: