Inilah 7 Alasan kenapa kamu harus mengikuti Woman’s Festival Purwakarta

Tbmkopel. Or. Id – Inilah 7 Alasan kenapa kamu harus mengikuti Woman’s Festival Purwakarta

1. Keadilan kasus pelecehan dan kekerasan terhadap korban.

Selama ini kekerasan dan pelecehan terhadap perempuan selalu dianggap sepele oleh masyarakat. Korelasi laki-laki dan perempuan selalu dipandang tidak adil. Pada kasus-kasus tertentu, pemerkosaan misalnya; pemihakan aparat selalu berat pada tersangka dan berakhir menjadikan korban sebagai tersangka pula dengan alasan karena korban sama-sama menikmati apa yang dilakukan oleh tersangka. Hal ini menjadi tindakan yang tak adil, karena bagaimanapun pemerkosaan dan pelecehan adalah tindak kriminal.

2. Penghakiman terhadap orang-orang dengan orientasi seks tertentu

Lesbian, gay, heteroseksual, biseksual dan yang lainnya adalah orientasi seks seseorang dan bukan penyakit. Terkadang, kita selalu men-cap bahwa mereka adalah manusia yang tidak layak untuk hidup di bumi. Padahal, mereka pun sama-sama manusia. Eksistensi mereka ada dan kita harus menghargai, merangkul atas nama kemanusiaan. Indonesia saat ini begitu amat pelik karena hanya mengurus orientasi seksual orang lain daripada mengintropeksi diri sendiri.

3. Budaya seksis dan misoginis yang dianggap lazim dalam keseharian

Percakapan yang mengarah pada hal yang berbau seksis dan misoginis sering saya dapati diberbagai tempat mau itu sosmed atau kehidupan nyata. Obrolan-obrolan yang membahas kemolekan tubuh perempuan misalnya. Atau membicarakan salah satu tubuh perempuan yang dianggap vital. Tapi, kualitas isi kepala seseorang tergantung pada apa yang diucapkan.

4. Hak kesehatan reproduksi yang belum menjangkau masyarakat

Kesehatan reproduksi adalah salah satu kunci untuk kita tetap menjalani kehidupan sehari-hari. Namun, tidak sedikit yang mengalami gangguan kesehatan reproduksi karena ketidaktahuan dan tidak ingin mencari tahu penyebabnya. Maka, acara ini sangat tepat untuk kamu yang penasaran dengan hal-hal yang berbau kesehatan, karena kami telah bekerja sama dengan para bidan untuk berbagi ilmu mengenai kesehatan reproduksi. Seru, bukan?!

5. Otoritas tubuh yang belum diakui dan menjadi penyebab pelecehan/kekerasan

Seorang seniman perempuan berkata “Tubuhku, Otoritasku.” Tubuh adalah otoritas bagi tuannya, ia berhak untuk melakukan apa saja pada tubuhnya sendiri. Tapi, tidak jarang kasus pelecehan terjadi karena pelaku tidak menghargai otoritas tubuh perempuan. Maka, mari hargai tubuhmu demi kemerdekaan dirimu sendiri.

6. Budaya patriarki yang merugikan laki-laki dan perempuan

Indonesia, sangat kental dengan budaya patriarki. Ketika laki-laki harus terjun ke ranah publik dan perempuan di ranah domestik maka lahirlah sebuah ketidakadilan gender. Streotype yang berpandangan bahwa perempuan hanya boleh bekerja di dapur kini harus dihempaskan dan memulai peradaban baru. Perempuan harus maju dan berkembang, lantang menyuarakan aspirasi dan berkaya untuk negeri. Pada sesi ini, akan dijelaskan bagaimana peran perempuan untuk menghadapi tantangan global di era milenial.

7. Ruang gerak aman dan nyaman seolah belum mudah didapat.

Bergerak dengan aman dan nyaman dimanapun seolah menjadi ancaman bagi siapapun. Di kereta, sekolah, tempat kerja bahkan di rumah.
Kasus-kasus yang melecehkan seringkali kita dapatkan dan itu bukanlah hal yang wajar.
Maka ruang gerak aman dan nyaman adalah salah satu upaya untuk membebaskan diri dari hal-hal yang tidak diinginkan.

Demikianlah, 7 alasan kenapa kamu harus ikut acara Woman’s Festival Purwakarta/Festival Perempuan Purwakarta. Acara ini perdana dan akan berlangsung 1 tahun sekali. Dengan Pembicara Tunggal Pawestri dan Efi Lutfiah, dan di moderatori oleh Salsa Syaira, Perbincangan ini akan terasa hangat dan seru karena membahas hal-hal yang belum tentu kamu dapatkan diluar sana.
Dan jangan lupa untuk mengikuti LongMarch pada tanggal 11 Maret karena lewat refleksi, kita akan menyuarakan aspirasi kita secara terbuka dengan diakhiri Deklarasi Anti Kekerasan terhadap Perempuan. Dont missed it!!!!

Penulis: Yayu Nurhasanah (Koordinator nyimas sitiwali kopel purwakarta)

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: